Rabu, 21 Januari 2015

CERPEN is TIME!

Hai Kamu!



Assalamu’alaikum, Pak. Sebutan khusus ku untuk mu karena kau telah merubah mindset ku dulu.
Apa yang bapak lakukan sekarang? Aku hanya bisa melihat wajah mu di layar handphone ku. Aku jadi teringat saat dua tahun silam, Pak. Saat itu aku datang bersama ke dua teman sekolah ku untuk menemani mereka berdua mengambil keperluannya di suatu tempat. Ingatan pertama kali melihat mu bertingkah aneh, konyol, dan ilfeel terekam jelas sekarang di memori ku, Pak. Kau yang bertingkah layaknya dirimu yang sebenarnya itu, pertama kali membuat ku merasa aneh melihat mu. Saat itu aku dan dua teman ku hanya bisa melihat bapak bermain dengan asyiknya bersama teman-teman mu yang beberapa nya dari sekolah ku.

Pak, aku saat ini sedang melihat nomor kontak yang tertera di layar handphone ku. Nomor handphone yang saat masa itu tiba-tiba mensms ku, memberitahu kan jadwal pertemuan kumpul rapat event lagi. Biasanya, aku sangat antusias layaknya fans yang di balas e-mail oleh idolanya ketika aku menerima kabar dari orang yang lumayan menarik perhatian ku, tapi.. masa itu aku tidak merasakannya, pak. Sesuatu hal justru berbeda, bagaikan siaran yang terus menerus diputar membuat jenuh yang menerimanya, masa itu, pak, kau seperti itu. Tapi sekarang, pak, kau bagaikan magnet bumi yang selalu menarik ku untuk terus melihat mu.

Pak, aku sekarang terkejut menerima panggilan masuk tertulis jelas nama mu di layar ponsel ku. Flashback. Aku teringat masa itu lagi, ketika itu aku merasa canggung, ketakutan, bingung menjadi satu saat aku sendirian di tempat pertama kali aku berjumpa dengan mu dengan tingkat aneh mu, pak. Saat itu, kau menelpon ku, mengatakan bahwa kau akan datang terlambat karena ada urusan yang harus kau urus. Aku mengingat jelas saat itu betapa bingung nya, aku harus melakukan apa dan bagaimana saat itu. Berjumpa orang-orang asing yang membuat ku rishi. Dan di tempat lain, suaru jelas juga memohon tunggu kehadiran mu untuk kau tunggu, pak. Saat itu, suara penenang mu, membuat kepanikan ku berkurang, pak.

Pak, bapak, panggilan itu mengingatkan hal pada masa itu. Saat itu kau sedang dalam masa-masa pemilihan ketua organisasi selanjutnya dan kau menjadi calon untuk selanjutnya.
kayaknya gue akan manggil lo dengan sebutan ‘pak’ kalo lo kepilih nanti jadi ketua deh, nanti aja kalo menurut gue lo udah pantes, baru gue akan manggil lo dengan sebutan ‘pak’’.
Aku saat ini tersenyum sendiri mengingat memori itu. Kata ‘pak’, itu, keluar juga dari mulut ku karena kau telah membuktikan nya di hadapan konco-konco mu.
Aku menjawab panggilan masuk dari mu sekarang.
“halo, assalamu’alaikum..” suara mu mengawali nya,
“wa’alaikumsalam.. Dias?” jawab ku menanyakan apakah benar itu kau, pak.
“hahahaa.. iya, ini gue kok li” seketika lega, ternyata, pak, kau tidak mengganti nomor ponsel mu, suatu hal yang melegakan batin ini, pak.
“ada apa nih malem-malem nelpon?”
“ini gue mau ngundang ke acara penting gue besok, bisa dateng kan?” kali ini kau mengatakan ‘acara penting’ di telpon, penasaran, sekarang aku merasakan itu, pak.
“acara penting? Kita aja udah enggak pernah komunikasi lagi sejak dua tahun lalu” ya, dua tahun lalu saat kau wisuda, anak-anak dan aku merayakan hari kebahagiaan mu saat itu,
“hahahaaa.. iya juga sih tapi sekedar informasi aja kalau…” kenapa kau berhenti bicara, pak? Suara mu yang ku rindukan selama ini, pak.
“kalau…”
“kalau besok acara pertunangan ku dengan ‘pelangi’ ku li” jelas, sangat jelas sekali kata-kata mu, pak. Kau malam ini berhasil merusak mood ku, kau berhasil membuat dada ini sesak, kau berhasil membuat ku susah mengontrol emosi ku, pak.
“oh ya? Waah.. berita bagus Di, baiklah kalau begitu kau kabari via line, oke? Telpon ini harus ku mati kan sekarang. Assalamu’alaikum”
BIP. 
Aku mematikan panggilan itu. Pak, kau berhasil membawa ku ke awan-awan manis mu, kau berhasil membawa hati ini mengikuti mu, kau berhasil membuat ku menyimpan perasaan lama ini yang sudah lama hidup, dan kau juga berhasil yang membuat perasaam yang lama ini mati seketika dengan satu kalimat bahwa kau akan bertunangan dengan wanita ‘pelangi’ mu.


Terima kasih, pak, ehm.. maksud ku seseorang yang kini telah harus ikhlas ku lepas dari genggaman ku. Terima kasih sekali lagi, Dias Rifqi Muhammad. Moment-moment bersama mu akan ku ingat selalu di memori ‘usang’ ku. 

Rabu, 14 Januari 2015

Remaja & Kebiasannya


   

Jaman sekarang adalah jaman yang sudah, mengapa? hmm tanya ga’ yaaa? hehe . Jaman sekarang adalah jaman dimana jaman yang lama sudah diganti dengan jaman lalu dan sekarang gue lupa deh panke jaman tangan(?). Jaman sekarang adalah Jaman 3B (BlackBerry,Behel,Belteng). Mari kita perjelas:

BlackBerry: Anak muda jaman sekarang udah pada make BB. Menurut mereka jika memakai BB akan terlihat mewah di hadapan orang, akan selalu update jejaring sosial. Padahal BlackBerry itu hanya untuk Pebisnis. Yah, jadi BB untuk anak muda hanya untuk gaya semata, chating sama cewe di bbm, ngupdate di twitter.
Behel: Anak muda jaman sekarang yang sering kita lihat di jalanan juga tak lepas dari Behel. Menurut mereka jika memakai behel akan terlihat bagus jika memakai Behel. Padahal di Amerika, Behel hanya untuk anak yang cupu, lah di sini? Anak g4uL yang make, jadi besar potensial menjadi dokter gigi sukses di Indonesia..
Belteng: Sebenarnya yang satu ini gak terlalu penting sih, tapi kerap lengket di orang yang memakai BB dan Behel, pasti poni rambut (cewe) itu BelahTengah. Entah mengapa ada apa gerangan, yang jelas belteng juga sudah membumi di dunia ababil.
Kamera SLR: Ya yang ini sudah sangat menjiwai di dunia anak muda jaman sekarang, kalo jalan-jalan pasti ada kamera SLR di gantungin di leher mereka. Padahal SLR harganya cukup mahal, kisaran 4-6 juta lho, dan kamera SLR juga hanya di pakai untuk kamera Studio. Istilah anak muda jaman sekarang adalah “hunting” dimana mereka pergi ke tempat yang mereka bilang latar tempat tersebut menarik, dan mereka mulai berfoto-foto yang hanya ujung-ujungnya jadi Display Picture di BBM atau Avatar di Twitter atau Photo Profile di Facebook. Bagaimana? untuk buang-buang uangkan? lagi-lagi benda ini juga di pakai untuk mejeng.
Fixie: HAHA yang ini juga baru muncul di kalangan anak muda jaman sekarang, yaitu jeng…jeng… sepeda fixie. Ya sepeda fixie juga nampaknya sudah nge-tren di kalangan anak muda jaman sekarang, isitilah mereka untuk ini adalah “gowes”. Ciri-ciri anak gowes yaitu: memakai sepeda fixie dengan warna yang nge-pop, memakai headseat yang tersambung di HP, memakai baju-baju distro atau baju polos, memakai celana kargo, dan memakai sepatu all-star. Yang memakai sepeda fixie biasanya hanya kaum Adam yang ingin mencari cewe. Ya karena rata-rata cewe sulit melepaskan pandangan jika ada cowo memakai sepeda fixie dgn dandanan di atas. Tahukah kalian sepeda fixie kalo di Amerika hanyalah sepeda untuk penjual koran? jika tidak percaya nonton aja fil-film barat, makanya jangan suka nonton film-film hantunya indonesia jadi gak tau dunia luar.
Jadi, anak jaman sekarang cuma membeli barang-barang tersebut hanya untuk mejeng, kerjaannya cuma bisa kasih habis duit orang tua, beli barang yang berguna aja, jadi bermaanfaat dan tidak menyusahkan orang tua
           

Remaja ?


  
     Kalau kita lihat tidak sedikit remaja yang salah jalan dalam pergaulannya, terbukti, banyaknya remaja yang terjerat dalam pemakaian narkoba, seks bebas, aborsi, serta tindak keras laiinya. tetapi selain itu banyak juga remaja yang menggunakan kreativitasnya sebagai remaja yang berprestasi di lingkup keluarga, sekolah maupun lingkungan luar.
      Pada masa remaja, banyak hal yang baru yang di lakukan, bersifat menggairahkan, karena hal hal baru yang mereka alami merupakan tanda tanda menuju kedewasaan mereka.Banyak ahli psikologi yang menyatakan bahwa masa remaja merupakan masa yang penuh masalah, penuh gejolak, penuh risiko (secara psikologis), over energi, dan lain sebagainya, yang disebabkan oleh aktifnya hormon-hormon tertentu.Demi alasan solidaritas, sebuah geng sering kali memberikan tantangan atau tekanan-tekanan kepada anggota kelompoknya (peer pressure) yang terkadang berlawanan dengan hukum atau tatanan sosial yang ada. Tekanan itu bisa saja berupa paksaan untuk menggunakan narkoba, mencium pacar, melakukan hubungan seks, melakukan penodongan, bolos sekolah, tawuran, merokok, corat-coret tembok, dan masih banyak lagi.Secara individual, remaja sering merasa tidak nyaman dalam melakukan apa yang dituntutkan pada dirinya. Namun, karena besarnya tekanan atau besarnya keinginan untuk diakui, ketidak berdayaan untuk meninggalkan kelompok, dan ketidak mampuan untuk mengatakan "tidak", membuat segala tuntutan yang diberikan kelompok secara terpaksa dilakukan. Lama kelamaan prilaku ini menjadi kebiasaan, dan melekat sebagai suatu karakter yang diwujudkan dalam berbagai prilaku negatif.
      Prinsipnya, perilaku kelompok itu bersifat menular.Motivasi dalam kelompok (peer motivation) adalah salah satu contoh energi yang memiliki kekuatan luar biasa, yang cenderung melatarbelakangi apa pun yang remaja lakukan. Dalam konteks motivasi yang positif, seandainya ini menjadi sebuah budaya dalam geng, barangkali tidak akan ada lagi kata-kata "kenakalan remaja" yang dialamatkan kepada remaja. Lembaga pemasyarakatan juga tidak akan lagi dipenuhi oleh penghuni berusia produktif, dan di negeri tercinta ini akan semakin banyak orang sukses berusia muda. Remaja juga tidak perlu lagi merasakan peer pressure, yang bisa membuat mereka stres.Secara teori diatas, remaja akan menjadi pribadi yang diinginkan masyarakat. Tetapi tentu saja hal ini tidak dapat hanya dibebankan pada kelompok ataupun geng yang dimiliki remaja. Karena remaja merupakan individu yang bebas dan masing-masing tentu memiliki keunikan karakter bawaan dari keluarga.
      Tetapi, masa remaja memang merupakan masa dimana seseorang belajar bersosialisasi dengan sebayanya secara lebih mendalam dan dengan itu pula mereka mendapatkan jati diri dari apa yang mereka inginkan.Hingga, terlepas dari itu semua, remaja merupakan masa yang indah dalam hidup manusia, dan dalam masa yang akan datang, akan menjadikan masa remaja merupakan tempat untuk memacu landasan dalam menggapai kedewasaan.

Cinta & Remaja


       
          Perilaku remaja di zaman sekarang berbeda dengan remaja tempo dulu, yang cenderung takut dengan norma-norma, dan aturan agama. Kondisi tersebut merupakan hal yang tidak bisa dipersalahkan lagi, lantaran anak remaja sekarang tidak mau dianggap ketinggalan zaman.
Bukan saja terjadi di kota-kota besar, namun sebagian kalangan remaja di daerah pun memiliki pemikiran yang sama. Di Kota Banjar sendiri, pergaulan sebagian kalangan remaja saat ini, baik usia sekolah tingkat SMP maupun SMA, sudah begitu bebas. Mereka seolah tidak lagi mencerminkan sebagai seorang pelajar.
          Hal itu terlihat ketika HR ikut bergabung dalam pergaulan mereka, saat berada di sebuah warung kopi di kawasan Taman Kota Lapang Bhakti, Sabtu malam (16/08/2014).
Berdasarkan percakapan HR dengan mereka, indikasi keterlibatan kalangan remaja dalam perilaku seks bebas jelas terlihat. Terlebih bagi mereka yang sedang dimabuk asmara, diketahui minimalnya pernah melakukan tindakan yang mengarah pada proses awal terjadinya hubungan yang tidak layak mereka lakukan.
          Bahkan lebih parahnya lagi, mereka mengaku tidak perlu ada hubungan asmara, asal saling suka, maka semua hasrat dapat dilakukan, atau istilah di kalangan remaja disebut American style, yakni teman tapi mesra (TTM).
          Seperti diungkapkan Boy (bukan nama sebenarnya). Dia mengaku masih duduk di bangku kelas 2 di salah satu SMP Negeri yang ada di Kota Banjar. Setiap malam Minggu, dia bersama teman-teman sepermainannya berkumpul sambil nongkrong di kawasan Taman Kota Lapang Bhakti.
Namun, usia teman-teman sepermainannya itu lebih banyak dari usia sekolah tingkat SMA. Dalam lingkungan pergaulannya pun tidak hanya kalangan anak remaja pria saja, tetapi ada pula perempuannya, baik yang seusia Boy maupun lebih.
“Saya kenal mereka ini di luar sekolah, saat nongkrong atau ada juga yang dikenalin sama teman saya. Ternyata asyik juga bergaul dengan mereka, kita bisa bebas berbicara tanpa melihat usia, dan yang lebih seru lagi dapat teman cewek yang bisa diajak American style, artinya teman tapi mesra,” tutur Boy, kepada HR, sambil memeluk salah seorang teman perempuannya yang duduk di samping dia.
          Ungkapan serupa dilontarkan Icha (bukan nama sebenarnya). Remaja putri kelas 1 di sebuah SMA negeri yang ada di Banjar itu mengaku, bahwa berpacaran ataupun memiliki TTM akan terasa hambar tanpa melakukan ciuman.
          Sungguh sebuah ungkapan yang sangat mengejutkan, keluar dari bibir seorang remaja putri seusia Icha. Tanpa rasa malu lagi, dia menceritakan pengalamannya ketika memasuki masa remaja.
Selain mereka, pada malam itu HR pun bergabung dengan anak-anak remaja dari kalangan LSL (Lelaki Seks Lelaki). Suasana dalam pergaulan mereka memang lebih ramai dibandingkan dengan pergaulan Boy dan teman-temannya.
          Mereka sama sekali tidak canggung lagi memperbincangkan sekelumit pergaulan di dalam dunianya (kaum LSL-red). Gelak tawa dari candaan mereka menandakan betapa enjoynya remaja-remaja kalangan LSL dalam menjalani pergaulan di dunianya.
“Ya kita-kita mah memang selalu menikmati apa yang kita jalani saat ini. Gak perlu munafik lah, yang penting kita tidak merugikan orang lain,” kata Rey (bukan nama sebenarnya). Remaja berusia 18 tahun ini mengaku statusnya masih pelajar di salah satu SMK di Kota Banjar.
Dia pun tanpa ragu menceritakan kisah asmaranya bersama pasangannya yang tentu saja dari kalangan LSL. Namun, Rey sendiri mengaku sempat memiliki pacar dari kalangan lelaki biseksual, artinya menyukai perempuan juga laki-laki.
“Seksualitas seseorang merupakan hak dari setiap orang. Begitu pula dengan kita, karena kita tetaplah seorang manusia yang memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan orang lain. Yang penting kita selalu bersikap baik dan tidak pernah merugikan orang lain,” ujar Rendy (bukan nama sebenarnya) menambahkan apa yang dikatakan Rey.
          Melihat dan mendengarkan apa yang mereka ungkapkan kiranya menjadi salah satu pembelajaran bagi semua pihak. Dimana pergaulan bebas kalangan remaja di Kota Banjar semakin nampak terlihat.
           Hal itu tentu akan berdampak negative, bahkan dapat mengancurkan masa depan remaja yang tergabung di dalamnya. Untuk itu, perlu kiranya semua pihak turut andil dalam memberikan pengarahan dan pengawasan terhadap pergaulan remaja di kota ini.

Hobi Kreatif sebagai Rezeki



         Sebuah hobi terkadang bisa dijadikan sarana untuk bisa menghasilkan rezeki, asal kita mampu untuk mengemasnya dan memasarkannya dengan baik. Memang kebanyakan orang memiliki hobi sebagai pelepas kepenatan, hanya untuk menyalurkan apa yang dia sukai. Sehingga meski hobi itu memakan biaya yang tidak sedikit, tapi dia senang melakukannya karena memang itu adalah hal yang disenanginya. Hal itu sah-sah saja dan semua orang berhak melakukannya, jika memang penghasilan yang dia miliki sebanding dengan biaya untuk hobi yang dia gemari.

Namun ada beberapa orang yang melihat hobinya menjadi sebuah peluang untuk menambah penghasilannya, bahkan bisa menjadi penghasilan utamanya. Saya memiliki beberapa teman yang merintis usahanya justru berawal dari sebuah hobi. Teman yang satu memiliki hobi terhadap motor gede (moge). Banyak sekali biaya yang dia keluarkan untuk membeli motor gedenya, kemudian memodifikasi serta mengikuti touring moge. Karena sering utak-atik mesin dan mendandani moge, dia sering diminta bantuan temannya untuk memodif motornya. Karena makin lama semakin banyak customernya, akhirnya dia membuka bengkel khusus untuk repair dan modif moge. Sekarang omset per bulannya bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta per bulan.

Saya juga punya teman yang hobinya desain grafis. Dia adik kelas saya di STM dulu yang mengambil jurusan eletro, yang kemudian melanjutkan kuliah di ITS dengan jurusan yang sama. Hampir tak ada korelasi antara jurusan yang diambil dengan hobinya. Dia suka membuat logo, slogan, poster dan apapun yang berhubungan dengan grafis. Awalnya dia cuma sekedar suka saja membuatnya, sehingga di kamarnya terdapat banyak sekali karyanya yang ditempel dan tak menghasilkan apa-apa selain kepuasan. Suatu ketika dia diberitahu temannya kalau salah satu produsen minuman energi mengadakan lomba logo dan slogan untuk produk barunya. Iseng-iseng dia mengikuti lomba itu, dan hasilnya dia menjadi juara pertama dengan hadiah uang tunai 100 juta. Usianya baru 21 tahun saat memenangkan lomba. Dan dari hadiah itulah, saat ini dia membuka toko komputer rakitan serta melayani desain grafis.

Teman saya yang lain memiliki hobi menulis. Ketika dulu masih musim friendster, setiap online selalu mem-publish puisi, cerpen, potongan novel atau sekedar celotehan ringan. Karena banyak yang tertarik dengan gaya tulisannya, kemudian dia memberanikan diri menawarkan karyanya ke penerbit. Banyak penerbit dari mulai yang kecil hingga sekelas Gramedia dia kirimi naskahnya, seperti orang yang sedang menyebar lamaran pekerjaan. Karya novel pertama yang diterima berjudul "Dejavu", tak banyak mendapatkan hasil. Namun untuk novel keduanya yang berjudul "Wo Ai Ni Allah" mendapat respon positif bahkan cetak berulang kali. Bahkan Malaysia pun berminat untuk mengalih bahasakan dan dipasarkan di negaranya. Saat ini dia menjadi penulis aktif dan sudah banyak dari karya tulisnya telah diterbitkan. Teman saya yang satu ini, yang saat ini menjadi istri saya.. hehehe...

Sobatku sekalian.. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk bisa menghasilkan rezeki. Mungkin ada beberapa orang yang ideal, tidak mau meninggalkan background pendidikannya dan berharap bisa bekerja di perusahaan yang sesuai bidangnya. Hal itu adalah hak setiap orang dan takkan ada yang bisa melarang. Namun yang perlu kita perhatikan, berapa jumlah lowongan pekerjaan dibandingkan dengan jumlah orang yang mencari pekerjaan? Perbandingannya bisa 1 lowongan pekerjaan diperebutkan 100 orang, bahkan bisa lebih. Tentu dengan kenyataan tersebut, akan ada orang yang mendapatkan kesempatan mengisi lowongan itu dan ada juga yang tidak.

Ada pepatah, "Kesempatan takkan datang dua kali", itu betul. Tapi jika hanya menunggu kesempatan datang, maka kita harus siap bersaing dengan yang lain untuk mendapatkan kesempatan itu. Dari pada menunggu kesempatan mendatangi kita, mengapa kita tidak mencoba menciptakan kesempatan kita sendiri?

Jadi mulai sekarang, kita coba gali skill dan kemampuan diri kita yang bisa dijual. Kita belajar kepada orang yang telah menciptakan kesempatan mereka sendiri dan akhirnya sukses. Kita amati caranya dan kita tiru pola kerjanya, setelah itu kita modifikasi sesuai dengan kreatifitas kita masing-masing. Meski nanti hasilnya tidak sedahsyat orang yang kita tiru, tapi paling tidak jika kita mau berusaha dan terus berdoa, Insya Allah kesuksesan kita akan rela menunggu kita untuk menjemputnya di depan sana...

Remaja & Hobi


          
  Pada era modern saat ini sangat banyak sekali aktivitas-aktivitas yang membuat remaja tertarik dan akhirnya menjadikannya sebagai hobi masing-masing. dan berikut ini beberapa aktivitas atau kegiatan yang dijadikan remaja sebagai hobinya, seperti: 


1. Sepeda Fixie

Sepeda fixie yang merupakan penggabungan antara sepeda balap dan sepeda gunung diciptakan oleh Martin co. Pada tahun 1981 di San Fransisco Amerika Serikat. Sepeda yang konon di gunakan oleh para pengantar koran di Amerika Serikat pada era itu, membutuhkan keahlian khusus dalam mengendarai nya karena sepeda ini tidak mempunyai rem. Dengan tampilan warna warni khas anak Muda serta tantangan dalam mengendarainya, inilah yang menjadi daya tarik fixie bagi remaja .
Karena makin banyak penggemarnya, maka terbentuklah  komunitas fixie di berbagai daerah seperti komunitas Trixie yang selalu berkumpul di StarMart belakang Apartemen Summit Kelapa Gading. Adalah Andre Sebastian, 19 tahun yang berinisiatif membentuk Trixie 1 Januari 2011 dengan tujuan menyatukan para remaja yang gemar sepeda fixie di wilayah Kelapa Gading. Setiap berkumpul, mereka bertukar trik baru dalam bersepeda Fixie sambil bertukar pengalaman.

2. Shuffle Dance

Everyday I'm shuffling.. Sepenggal lirik lagu dari LMFAO yang menjadi hits di radio serta tempat umum, mampu menjadi tren di kalangan anak muda beserta gaya shuffle dance. Tarian yang berkembang di Australia Tahun 1980 ini muncul setelah era hiphop dan breakdance. Gerakan yang dasar dari tarian shuffle adalah running man dan T step . Running man  ini berupa dua langkah jalan ditempat tapi tidak maju-maju dan T step  adalah gerakan shuffle  itu sendiri yang terbagi menjadi beberapa jenis.
Sangking uniknya tarian ini, terdapat tempat les shuffle dance di Bintaro bernama Mumos. Selain lewat les, anak bisa juga belajar melalui internet (You Tube)  atau ikut komunitas shuffle dance  di pusat jajanan 9th walk Bintaro sektor 9, Jakarta yang berkumpul Setiap hari Rabu dan Jumat pukul 7 malam. Di sinilah mereka saling memperlihatkan kelihaian shuffle dance dengan gerakan kaki, tangan, kepala juga bagian tubuh lainnya.

3. K-Pop
Setelah demam film drama Korea mereda, sekarang para remaja dilanda oleh musik Korea dengan boy band dan girl band. Musik enerjik, fashion yang stylist serta gaya dance yang unik, cukup berpengaruh besar kepada kehidupan para fans. Sebagai bentuk ekspresi, mereka mulai meniru gaya rambut, gaya berpakaian hingga gaya dance k pop seperti Gangnam Style.

Fans pun mulai membentuk grup-grup dance cover yang fokusnya adalah menari dengan gerakan sang idola. Titik kesempurnaan dari dance cover adalah kemiripan dengan sang idola baik dalam segi detail gerakan, kostum serta ekspresi penampilan di atas panggung. Beberapa dance cover di Indonesia seperti SBSquad (Sapphire Blue Squad), SUNSHINee (dance cover SHINee), O Namja (cover MBLAQ) atau 4NE1 (cover 2NE1) . Acara gathering fans adalah ajang mereka unjuk kebolehan. Komunitas ini memanfaatkan situs jejaring sosial Facebook dan Twitter untuk bertukar info serta upload hasil video dance cover via YouTube.

4. Komunitas Lomonesia

Ketika kamera lomo mulai diperkenalkan lagi oleh Mathias fiegl dan Wolfgang
stranzinger 2 mahasiswa asal Wina Austria pada tahun 1991, mereka mempromosikan kamera ini ke berbagai pelosok negeri. Seperti di Praha, mereka membidik bangunan - banguan bersejarah dari sudut -sudut sempit kota. Hasilnya? Sebuah foto dengan warna unik serta komposisi gambar yang indah.
Keunikan kamera lomo terletak pada mekanisme kamera analog yang menggunakan rol film dan baru bisa dilihat hasil nya setelah di cetak, namun dalam penggunaannya  mengabaikan aturan dasar pada kamera konvensional seperti ISO, diafragma, bukaan lensa dan mengutamakan kreativitas serta keunikan originalitas dalam menggambil foto.

Di Indonesia, terdapat komunitas pecinta kamera lomo yaitu Lomonesia. Di sini para lomonesia melakukan kegiatan rutin seperti Photo hunting, Gathering, Pameran dan Workshop dengan memakai kamera Lomography. Selain itu di isi juga di jual beragam peralatan serta beragam jenis kamera lomo yang sulit di temukan di pasaran. 

Itulah beberapa aktivitas yang remaja lakukan sebagai hobinya, semoga kita bertemu lagi...^^ see you avter's

Kamis, 08 Januari 2015

About Me & My Extraculicular

Assalamu'alaikum Wr.Wb... ^^


Halo avter's! untuk awal pengenalan dan awal saya menjadi blogger di dunia semu ini, saya mau memperkenalkan diri saya nih :) .

     Saya adalah calon penulis masa depan nanti (amiinn..) yang kini sudah menjadi siswa tingkat akhir di SMA Negeri 106 Jakarta. Maslihatun Malihah, itu adalah nama panjang yang sederhana yang diberikan secara ikhlas dan gratis..tis..tis.. untuk saya. 17 tahun yang lalu hingga saat ini, syukur alhamdulillah masih diberikan kehidupan dan semoga berumur panjang (amiinn..).. .
Karena saya siswa tingkat akhir jadi saya ingin nge-share aktifitas saya dan ekstrakulikuler favorit saya di sekolah nih.. (cekidot qaqa.. hehee :D)

Awal Masuk KIR 106 (YOUNEESCO)
   
        Pertama kali masuk sekolah itu dan yang namanya hari terakhir MOS (Masa Orientasi Siswa) biasanya di beberapa sekolah pasti mengadakan hari penutupan dengan yang namanya 'demo ekskul' atau kalian biasa sebut itu 'gebyar ekskul'. Oke singkat cerita, udah lebih dari 2 bulan saya belum menemukan ekskul yang saya inginkan nih dan karena ketika itu saya punya sahabat yang ikut ekskul KIR dan 'katanya' sih bagus gitu akhirnya saya masuk dan berkecimpung di dalamnya deh.. hehehee :D.
[foto anggota KIR dan pembina]

banyak banget pengalaman di setiap kegiatan pertemuan saya dengan mereka, dari kita mengadakan seminar-seminar kecil sampai seminar yang cukup bergengsi di kalangan SMA-SMA lainnya, World Science Day. Acara seminar yang di dalamnya sudah ada seminar motivasi, kelas-kelas pengetahuan, kelas bedah film, stand-stand dari kaka kelas, dan kelas games. Semua pihak dari sekolah saya turut ikut berpastisipasi atas acara ini loh, kesempatan yang sangat bagus untuk memperkenalkan SMAN 106 kepada peserta dari sekolah-sekolah jabodetabek dan lampung.. (horeeeee..) . Dan akhirnya acara WSD ini pun sukses walau hujan saat itu sedang turun. 
[foto World Science Day (peserta)]

[foto panitia WSD bersama pendukung acara dari FOSCA dan Grosteen Neasta]

Dua tahun yang lumayan berkesan buat saya saat itu. Dan alhamdulillah lagi juga akhirnya beberapa waktu yang lalu saya akhirnya foto bts bersama temen satu kelas nih (XII IPS 4).. 
[foto ini pada belum siap, maafkan hehee :D]

[POP ICE's happy]

[POP ICE's nahan /?]

semoga harapan dan keinginan saya dan teman teman sekalian tercapai amin, semoda yang di semogakan tersemogakan yaaa.. (amiinn..)..

sekian dari perkenalan saya nih avter's,  tunggu postingan-postingan saya yang lain yaa.. 


Wa'alaikumussalam Wr.Wb.. (y)